AYAT TENTANG HAJI MABRUR

Haji yang mabrur menjadi dambaan bagi setiap muslim yang melaksanakan ibadah haji. Sebab balasannya adalah surga. Akan tetapi haji mabrur bukan sebuah slogan dan juga titel.
Ada beberapa sifat yang harus dipenuhi untuk menjadikan seseorang disebut sebagai haji mabrur. Di dalam ayat tentang haji mabrur ini telah dijelaskan sebagai berikut.

Sifat haji mabrur adalah haji yang tidak ada sum’ah atau ingin di dengar orang lain, tidak ada riya’ atau ingin dipandang orang lain, juga tidak ada rofats atau kata kata kotor yang ada di dalamnya, tak melakukan perbuatan fasik dan tentunya berangkat haji dengan menggunakan harta yang halal.

Seperti yang tertuang dalam QS. Al Baqarah: 197.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata kotor), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.”

Seperti firman Allah yang disebutkan di atas, bahwa berhaji itu harus menjauhkan diri dari dosa, maksiat, bid’ah juga hal lain yang menyimpang dari syariat. Hal seperti tadi bila dilakukan bisa berpengaruh terhadap amalan sholeh. Juga bisa menjadikan amalannya menjadi tidak diterima Allah. Apalagi saat anda melakukan ibadah haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages